Surabaya – Bagi warga yang ingin menambang dan mengolah limbah emas tidak usah susah-susah menggunakan cara tradisional yang memakan waktu lama. Sebuah alat baru Gold Separator yang diciptakan Charles dan kawan-kawan, butiran emas yang bercampur dengan non emas, dapat terpisah dalam waktu sekitar 2-4 menit.
Bentuk mesin Gold Separator ini sederhana dan tidak menimbulkan bau menyengat maupun polusi udara, air dan tanah. “Mesin ini ramah lingkungan dan tidak menggunakan bahan kimia. Hanya menggunakan air biasa, butiran emas dapat larut dalam waktu sekitar 2-4 menit,” ujar Presiden Direktur PT International Swiss Gold, Charles Shantyago kepada detiksurabaya.com di lokasi uji coba mesinnya di Jalan Biliton 34 Surabaya, Jumat (20/11/2009).
Pria lajang ini menerangkan, proses produksi Gold Separator cukup murah, efisien dan menghemat tenaga, waktu serta biaya. “Kalau dengan cara tradisional, dalam sehari masyarakat hanya bisa mendulang emas sekitar 3 ons. Sedangkan mesin kita bisa menghasilkan hingga 1 ton emas. Rata-rata 3-4 menit bisa menghasilkan emas sekitar 2,5 – 3 Kg,” tuturnya.
Proses mesin tersebut cukup sederhana. Mesin dinyalakan dan hanya membutuhkan aliran listrik 60 watt. Saat mesin menyala, butiran emas yang tercampur dengan butiran non emas dilarutkan dengan air biasa dan dimasukkan ke dalam mesin. Setelah menunggu waktu sekitar 2-4 menit serta melihat larutan air hingga bening.
Kemudian pedal yang berada di bagian bawah mesin ditekan dan saluran air yang membawa butiran emas akan keluar. Setelah itu, air bening dan butiran emas itu disaring sehingga terkumpullah butir-butir emas seperti yang diinginkan.
Charles menerangkan, temuan baru mesin Gold Separator itu berawal dari pemikirannya. Pria yang bertempat tinggal di kawasan Surabaya barat ini tidak ingin lingkungan dan warga sekitar perusahaan penambangan emas tercemar limbah yang membahayakan kehidupan di sekitarnya.
Pada tahun 2009, Charles yang dibantu 3 rekannya mulai melakukan penilitian selama kurang lebih 3 bulan. Kemudian Agustus 2009, dia mulai merakit hingga tercipta Gold Separator. Bahan baku teknologi mesin itu diimpor dari Holland, Jerman, China serta menggunakan teknik dari Italia. Mesin pemisah emas tersebut menggunakan teori pascal.
Pembuatan mesin itu bisa dikerjakan 5 – 10 tim dan masing-masing tim terdiri dari 1-2 orang. Dalam sehari, tim dapat memproduksi 1 unit mesin Gold Separator. “Biayanya puluhan juta dan kita jual seharga Rp 72 juta. Kita juga akan memproduksi mesin sesuai dengan pesanan. Kalau ada yang membeli hak paten mesin ini ya akan kita jual,” ujar Charles. (roi/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Filed under: Uncategorized | Leave a Comment »



